EKSISTENSI AKSARA ARAB PEGON DALAM NASKAH MOCOAN LONTAR YUSUF BUDAYA SUKU OSING BANYUWANGI

Ade Rizki Maulana

Abstract


Abstrak: Mocoan Lontar Yusuf merupakan salah satukebudayaan asli masyarakat suku Osing Banyuwangi berupanaskah kuno. Naskah tersebut ditulis dengan menggunakanaksara arab pegon dan didalamnya berisi puisi yangmenceritakan tentang kisah nabi yusuf. Aksara Arab Pegonmerupakan aksara arab yang mengalami perubahan agarmudan ditulis dan diucapkan ketika ditulis menggunakanbahasa jawa. Kebudayaan adalah sebuah peraturan ataunorma yang dimiliki bersama oleh masyarakat, yang jikadilaksanakan oleh akan melahirkan perilaku yang dipandanglayak dan dapat di terima oleh semua masyarakat. Adabeberapa proses terbentuknya kebudayaan seperti akulturasi,asimilasi, enkulturasi, dan difusi. Di Indonesia banyakkebudayaan yang tercipta dari proses akulturasi. MenurutHarsoyo, Akulturasi adalah proses terbentuknya budayakarena adanya kontak langsung antar kelompok manusiayang memiliki budaya yang berbeda-beda, kemudianmenimbulkan perubahan dalam lingkup kebudayaan darisalah satu kelompok atau kedua-duanya. Salah satukebudayaan yang tercipta dari proses akulturasi di Indonesiayang unik dan masih terjaga hingga saat ini terdapat dalamkesenian sastra yakni Mocoan Lontar Yusuf Banyuwangi,didalamnya terdapat unsur budaya Arab, Jawa, dan Osing.Dengan dituliskannya artikel ini penulis berharap agar paragenerasi muda utamanya di Kabupaten Banyuwangimengetahui kebudayaan Mocoan Lontar Yusuf ini sehinggatetap terjaga dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat memberikan wawasan baru kepadamasyarakat di seluruh Indonesia.Kata Kunci: Mocoan Lontar Yusuf, Suku OsingBanyuwangi, Aksara Arab Pegon, Akulturasi Budaya

References


DAFTAR RUJUKAN

Indiarti, Wiwin. 2015. “Kajian mengenai Desa Kemiren sebagai Penyangga

Tradisi dan Kearifan Lokal Masyarakat Osing”. Dalam Anasrullah

(Eds.), Jagat Osing: Seni, Tradisi dan Kearifan Lokal Osing (hlm.

-156). Banyuwangi: Rumah Budaya

Indiarti, Wiwin. 2018. LONTAR YUSUP BANYUWANGI: Teks Pegon –

Transliterasi–Terjemahan. Jakarta: Perpus Nasional RI

Indiarti, Wiwin & Hasibin. 2019. “Lontar Yusup Banyuwangi: Warna Lokal dan

Variasi Teks dalam Manuskrip Pegon di Ujung Timur Jawa”. Jurnal

Manuskripta, 9 (1): 1-23

Indiarti, Wiwin, Suhalik & Anasrullah. 2019. Babad Tawangalun: Wiracarita

Pangeran Blambangan dalam Unataian Tembang. Jakarta: Perpusnas

Press.

Indiarti, Wiwin dan Hervina Nurullita. 2020. Geliat Kaum Muda Dalam

Preservasi Tradisi Mocoan Lontar Yusup di Banyuwangi. Jember :

Jember University Press.

Kromoprawiro. 1867. Kawruh Sastro Pegon. (Manuskrip) Madiun.

Mumfangati, Titi. 2009. “Macaan Lontar Yusup Tradisi Lisan sebagai Bentuk

Pelestarian Nilai Budaya pada Masyarakat Using, Banyuwangi”.

Patrawidya, 10 (2): 252–290.

Pudjiastuti, Titik. 2009. Tulisan Pegon Wujud Identitas Islam Jawa: Tinjauan

atas Bentuk dan Maknanya. Suhuf, Vol 2, 2009, hal. 271-284

Rofiq, Arif Ainur, Nur Hidayah, dkk. 2016. Nilai-nilai Budaya Suku Osing

Banyuwangi DalamKitab Lontar Yusuf dan Aplikasinya pada

Konseling.

Tedjowirawan, Anung. 2019. Jurnal Manassa Manuskripta.

https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-akulturasi-menurut-para-ahli/

https://coretanandrea.wordpress.com/2013/11/03/definisi-kebudayaan-menurut-

beberapa-ahli


Refbacks

  • There are currently no refbacks.