NARASI EKOLOGI SEBAGAI BENTUK PERLAWANAN TERHADAP TINDAKAN OPRESI DALAM PUISI-PUISI FADWA TUQAN

Muhammad Nashi Huddin Ubaidillah

Abstract


Abstrak: Perjuangan perempuan dalam mencapai hak-haknya di berbagai aspek kehidupan terus dilakukan dan salah satunya melalui karya sastra. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis puisi-puisi Fadwa Tuqan yang berjudul At-Tūfan wa Ash-Shajarah, Kafāni Udzillu bi Hadniha, dan Hamza dengan menggunakan konsep ekofeminisme. Fokus kajiannya mencakup hubungan perempuan dan alam dalam konteks ekofeminisme, dan narasi ekologi dalam puisi-puisi Fadwa Tuqan serta makna perjuangan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian dalam makalah ini menunjukkan bahwa perjuangan Fadwa Tuqan dalam puisi-puisinya berdasarkan konteks ekofeminisme tidak hanya tidak hanya memperjuangkan keberlangsungan alam dan pelestarian lingkungan, melainkan lebih bersifat sosio-politis sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan opresi Israel atas Palestina. Selain itu, narasi ekologi dalam puisi-puisi Fadwa Tuqan mengandung makna optimisme bangsa Arab untuk bersatu kembali setelah kekalahan perang melawan Israel, nilai kepahlawanan yang ditanamkan kepada generasi penerus bangsa Arab, dan cita-cita kemerdekaan Palestina atas Israel.

Kata kunci: narasi ekologi; ekofeminisme; tindakan opresi; Fadwa Tuqan; Israel-Palestina.


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Al-Mausuu’ah Al-Alamiyyah Li Al-Syiir Al-Arabi. 2005. Fadwa Tuqan (No. Puisi 68407, 68419, dan 68415). http://www.adab.com/modules.php?name=Sh3er &doWhat=lsq&shid=127&start=0. Diakses pada hari Minggu 7 April 2019.

Astuti, Tri M.P. Ekofeminisme dan Peran Perempuan dalam Lingkungan. Indonesian Journal of Conservation, Vol 1 No 1, hlm 49-60.

Buntaran, Fredy. 1996. Saudari Bumi Saudara Manusia. Yogyakarta: Kanisius.

Darmawati, Intan. 2002. Dengarlah Tangisan Ibu Bumi! Sebuah Kritik Ekofeminisme atas Revolusi Hijau. dalam Jurnal Perempuan No 21, hlm 7-24.

Griffin, Susan. 1978. Women and Nature: The Roaring Inside Her. NY: Harper & Row.

Handoko, Ervan. 2017. Konflik Israel Palestina: Perang 6 Hari Pendudukan Palestina. https://internasional.kompas.com/read/2017/12/11/11000081/konflik-israel-pale-stina-9-perang-6-hari-dan-pendudukan-palestina?page=all. Diakses pada hari Rabu 8 Mei 2019.

Khashoggi, Jamal. 2018. What the Arab World Needs Most is Free Expression. https://www.washingtonpost.com/opinions/global-opinions/jamal-khashoggi-what-the-arab-world-needs-most-is-free-expression/2018/10/17/. Diakses pada hari Sabtu 15 Juni 2019.

Sari, Puspa. 2015. Penggunaan Metafora dalam Puisi William Wordsworth. Jurnal Dialektika Vol. 1 No. 2. Desember 2015.

Sartre, Jean-Paul. 1988. Qu’est-ce que la littérature? Diterjemahkan What Is Literature. Dalam What Is Literature and Other Essays. Cambrige: Harvard University.

Session, George. 1987. The Deep Ecologi Movement “Environmental Review” No 9.

Suryajaya, Martin. 2016. Sejarah Estetika. Jakarta: Gang Kabel.

Tong, Rosemarie Putnam. 1998. Feminist Tought. Diterjemahkan oleh Aquarini Priyatna Prabasmoro. Yogyakarta: Jalasutra.

Walby, Sylvia. 2014. Patriarchy at Work. UK, Cambridge: Polity Press.

Warren, Karen. 1987. Feminism & Ecology. Environmental Review 9, No 1, hlm 3-20.

___________. 1996. The Power and The Promise of Ecological Feminism Philosophies. Bloomington: Indiana University Press.

Wulandari, Yosi. 2017. Kearifan Ekologis dalam Legenda “Bujang Sembilan” (Asal Usul Danau Maninjau). Jurnal Madah, Vol 8 No 1, hlm 105-114.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.